LATAR BELAKANG SEJARAH NAMA DAN BAHASA DAERAH

Bagikan Berita :
  1. KECAMATAN LASUSUA
    • Nama Lasusua memiliki arti nama “Sungai Yang Menyayi” Penamaan Lasusua disebabkan karenah diwilayah ini terdapat beberapa sungai yang senang tiasa mengalir dan tidak pernah kering dan suara gemuruh aliran airnya senang tiasa terdengar bagaikan orang yang sedang menyanyi. Lasusua diambil dari bahasa Tolaki Mekongga yang berarti La = sungai dan Mosua = Menyanyi Nyayi. Bahasa Daerah yakni Tolaki Mekongga
  2. KECAMATAN WAWO
    • Nama Wawo memiliki arti nama “ Diatas” nama Wawo diangkat sebagai nama kecamatan diambil dari Desa Wawo yang merupakan Desa Tertua dan sekaligus sebagai ibu kota Kecamatan. Bahasa Daerah yakni Mekongga/ Tolaki
  3. KECAMATAN RANTEANGIN
    • Nama Rante angin memiliki arti nama “Tanah Datar Yang Sejuk” nama ranteangin berasal dari dua suku kata yaitu Rante = Tanah datar dan dan angin = sejuk sehingga nama ranteangin diartikan sebagai tanah datar yang sejuk . Sedangkan penamaan sebagai Kecamatan disebabkan nama kel. Ranteangin merupakan Desa tertua dan letaknya berada diantara beberapa Desa dan sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan. Bahasa Daerah yakni Bahasa Toraja
  4. KECAMATAN LAMBAI
    • Nama Lambai memiliki arti nama “Kayu Pahit” Penamaan nama Kecamatan Lambai disebabkan karena Desa Lambai merupakan induk dari Desa yang ada dalam wilayah Kecamatan Lambaisekaligus sebagai ibu kota Kecamatan . Bahasa Daerah yakni bahasa Tolaki Mekongga
  5. KECAMATAN KATOI
    • Nama Katoi memiliki arti nama ”Tempat Persinggahan” Nama Katoi diambil dari bahasa Luwu “Ka’toi: yang berarti Cape’, Katoi sebagai tempat peristirahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas laut dan darat antara Propinsi Sultra dengan Sul-Sel. Sedangkan Penamaan Kecamatan Katoi karena sebagai Induk Desa dari 5 Desa yang dimekarkan dan Katoi merupakan daerah yang strategis, sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan. Bahasa Daerah Yakni Bahasa Luwu
  6. KECAMATAN KODEOHA
    • Nama Kodeoha memiliki arti nama “Alang-Alang Besar” Kata Kodeoha berasal dari dua kata yakni Kode yang berarti Alang-alang dan Oha berarti besar. Bahasa Daerah yakni To’kodeoha/ Tolaki
  7. KECAMATAN TIWU
    • Nama Tiwu memiliki arti nama ”Air Penuh Berkah” Nama Tiwu diambil dari sebuah Mata Air yang berada dihulu sungai Tiwu yang bentuknya menyerupai air terjun. Sungai tersebut diapit oleh dua gunung sehingga tidak ada jalan yang dilalui selain sungai tersebut dan setiap orang yang lewat pasti basah kuyup “Motiwu” sehingga dinamai Tiwu, sedangkan penamaan Tiwu sebagai Nama Kecamatan karena Tiwu merupakan nama Desa Tertua yang ada diwilayahnya, sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan. Bahasa Daerah yakni Tolaki
  8. KECAMATAN NGAPA
    • Nama Ngapa memiliki arti nama“Pelabuhan” Ngapa berasal dari bahasa Tolaki yang berarti Pelabuhan karena terdapat sungai Lapai yang dijadikan tempat berlabuh kapal dengan dasar tersebut maka nama Ngapa yang dijadikan sebagai Nama Kecamatan yang beribukota di Kelurahan. Lapai. Bahasa Daerah Yakni bahasa Tolaki
  9. KECAMATAN WATUNOUHU
    • Nama Watunouhu memiliki arti nama nama “Batu Lesung” Watunohu merupakan tempat menumbuk padi setiap habis panen diadakanlah pesta panen oleh suku Tolaki pada saat itu. Nama Watunohu dinobatkan sebagai nama Kecamatan karena Watunohu induk dari pada semua Desa yang ada di Kecamatan Watunohu, sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan. Bahasa Daerah yakni bahasa Tolaki
  10. KECAMATAN PAKUE
    • Nama Pakue memiliki arti nama “sayur Pakis” Penamaan Pakue diambil dari sebuah kejadian sekitar tahun 1820, yang pada waktu itu ada salah seorang Saudagar dari Tanah Selatan (Sul-Sel) yang berlabuh pantai dan melihat ada sungai besar sehingga menyempatkan diri untuk mengambil air minum dan mandi di sungai, setelah mandi Saudagar ini kembali ke Perahunya dan baru teringat bahwa Songkoknya tertinggal diatas Sayur Pakis dan menyuruh ABKnya untuk mengambil sambil berkata Songkoku wallupai riase’na kaju pakue (Songkok (Penutup kepala) saya lupa di atas daun sayur pakis) semenjak itulah nama pakue berkembang sampai ada manusia yang bermukim. Sedangkan penamaan Pakue sebagai Kecamatan disebabkan karena Pakue merupakan Desa Tertua dan Terkenal dan pada Tahun 1968 Ibukota Kec. Pakue dipindahkan Ke Kel. Olo-Oloho. Bahasa Daerah yakni bahasa Bugis
  11. KECAMATAN PAKUE TENGAH
    • Karena diapit oleh dua Kec yaitu Kec. Pakue di sebeleh Selatan dan Pakue Utara di sebelah Utara. Pemberian Nama Kecamatan Pakue Tengah berdasarkan dari hasil musyawarah antara Tokoh Masyarakat dan Pemerintah setempat dan merupakan Kecamatan pemekaran dari Kecamatan Pakue yang beribukota di Latali. Bahasa Daerah yakni bahasa Bugis/ Indonesia
  12. KECAMATAN PAKUE UTARA
    • Merupakan pakue bagian utara. Berawal dari keinginan masyarakat untuk mengembalikan Ibukota Kecamatan. Pakue, dan hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Dengan berbagai kajian yang dilakukan maka diputuskan bahwa Kecamatn Pakue dapat dimekarkan menjadi 3 kecamatan salah satunya adalah Kecamatan Pakue Utara dan beribukota di Desa Pakue. Bahasa Daerah yakni bahasa Bugis/ indonesia
  13. KECAMATAN BATUPUTIH
    • Memiliki arti nama “Batu Putih” Diambil dari sebuah nama Gunung yang ada di Batuputih karena batunya yang berwarna putih, di gunung tersebut juga terdapat Gua yang pernah ditempati oleh Raja Luwu untuk bersembunyi dari kejaran Penjajah Belanda, Penamaan Batuputih sebagai Nama Kecamatan karena nama Batuputih sudah sangat dikenal dibanding dengan nama daerah lain yang berada dalam wilayah Kecamatan sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan yakni Kel. Batuputih. Bahasa Daerah yakni bahasa indonesia
  14. KECAMATAN POREHU
    • Porehu Memiliki arti nama “Tombak” Nama Porehu berasal dari nama sebuah tombak pusaka suku rongkong yang ditancapkan disamping mata air yang namanya Limbong disaat masuk kehutan mencari damar. Sedangkan penamaan Porehu sebagai Kecamatan karena Posisi Porehu yang sangat strategis dan Porehu merupakan nama Desa tertua yang ada dalam wilayahnya, sekaligus sebagai Ibukota Kecamatan. Bahasa Daerah yakni bahasa Rongkong/ Luwu
  15. KECAMATAN TOLALA
    • Memiliki arti nama “ Orang Lewat” Sesuai keterangan sejarah bahwa daerah ini sebelum raja-rajaa dahulu melaksanakan penyerangan maka mereka berdo’a, dan sebagai tanda bahwa do’a mereka dikabulkan adalah pohon-pohon yang ada disekitarnya berguguran yang dalam bahasa Tolaki disebut Molalo, sedangka nama Tolala diberi nama karena daerah tersebuta dalah tempat orang lewat dari dan ke Sulawesi Tenggara melalui jalur darat. Bahasa Daerah yakni bahasa Tolaki
Facebook Comments Box

Leave a Comment